TUMBUH
Pahami Hari Ini. Tumbuh untuk Esok.
1. Posisi Bahasa
Bahasa Tumbuh berangkat dari satu pertanyaan sederhana: bagaimana sebuah peristiwa dapat dipahami oleh pembaca yang sedang membentuk cara pandangnya terhadap dunia?
Karena itu, bahasa Tumbuh tidak hanya memindahkan informasi dari sumber ke pembaca. Bahasa harus membantu pembaca:
- mengetahui apa yang terjadi;
- memahami mengapa hal itu terjadi;
- melihat hubungannya dengan kehidupan sehari-hari;
- membedakan fakta, pendapat, dan kemungkinan;
- menemukan pertanyaan baru setelah membaca.
Tumbuh menggunakan bahasa yang:
jernih, dekat, kritis, dan tidak menggurui.
Tumbuh tidak memakai bahasa anak-anak. Tumbuh juga tidak berpura-pura berbicara seperti anak muda. Kedekatan dibangun melalui kejernihan, contoh konkret, dan penghormatan terhadap kecerdasan pembaca.
2. Karakter Utama Bahasa
2.1 Jernih
Setiap kalimat harus dapat dipahami tanpa membuat pembaca membuka kamus atau membaca ulang berkali-kali.
Gunakan:
- kata yang umum;
- kalimat dengan satu gagasan utama;
- penjelasan langsung setelah istilah sulit;
- contoh konkret;
- urutan sebab dan akibat yang jelas.
Hindari:
- kalimat terlalu panjang;
- istilah teknis tanpa penjelasan;
- ungkapan abstrak yang tidak memiliki contoh;
- bahasa birokratis;
- susunan pasif yang berlebihan.
Contoh kurang jernih:
Implementasi kebijakan tersebut diharapkan dapat mengakselerasi transformasi ekosistem pendidikan secara komprehensif.
Perbaikan:
Kebijakan ini dibuat untuk mempercepat perubahan di sekolah, mulai dari cara guru mengajar hingga cara siswa belajar.
2.2 Dekat
Kedekatan tidak dibangun dengan terlalu banyak slang. Kedekatan muncul ketika artikel menjawab pengalaman pembaca.
Gunakan pertanyaan seperti:
- Apa pengaruhnya bagi kehidupan sehari-hari?
- Apakah ini akan mengubah cara belajar?
- Mengapa isu ini ramai dibicarakan?
- Apa yang perlu diperhatikan?
- Apa yang belum banyak dijelaskan?
Contoh:
Aturan ini tidak hanya berpengaruh pada sekolah. Cara siswa mengerjakan tugas, mencari sumber, dan menggunakan kecerdasan buatan juga dapat berubah.
Hindari sapaan yang terlalu dipaksakan seperti:
- bestie;
- guys;
- sobat gaul;
- generasi paling keren;
- anak zaman now.
Sapaan yang dianjurkan:
- kamu;
- kita;
- pembaca;
- pelajar;
- keluarga;
- guru;
- masyarakat.
Kata kamu digunakan secukupnya, terutama ketika artikel menjelaskan dampak langsung atau mengajak pembaca melakukan pemeriksaan sederhana.
2.3 Kritis
Kritis berarti membantu pembaca melihat lapisan yang belum tampak, bukan langsung menyalahkan pihak tertentu.
Setiap artikel perlu mempertanyakan:
- siapa yang paling terdampak;
- data apa yang belum tersedia;
- pengalaman siapa yang belum terdengar;
- apakah ada perbedaan antara klaim dan kenyataan;
- apakah dampaknya sama bagi semua orang;
- apa yang masih belum diketahui.
Gunakan formulasi:
Yang menarik bukan hanya perubahan aturannya, tetapi siapa yang akan paling merasakan dampaknya.
Ini menunjukkan bahwa persoalannya tidak berhenti pada teknologi, tetapi juga menyangkut akses dan kemampuan menggunakannya.
Pertanyaan besarnya adalah apakah semua sekolah memiliki kesiapan yang sama.
Hindari bahasa yang langsung menghakimi:
- kebijakan ini buruk;
- langkah tersebut gagal total;
- masyarakat jelas dirugikan;
- generasi muda semakin malas.
Ubah menjadi pembacaan berbasis fakta:
Kebijakan ini menimbulkan pertanyaan karena belum semua sekolah memiliki perangkat dan akses internet yang setara.
2.4 Tidak Menggurui
Tumbuh tidak menempatkan pembaca sebagai orang yang belum tahu apa-apa.
Hindari:
- kamu harus;
- generasi muda wajib;
- seharusnya kalian;
- jangan menjadi;
- sudah saatnya semua anak sadar.
Gunakan:
- kamu dapat mempertimbangkan;
- salah satu hal yang bisa dilakukan;
- ada beberapa cara untuk memeriksa;
- pembaca dapat membandingkan;
- hal yang perlu diperhatikan adalah.
Tumbuh membuka kemungkinan berpikir, bukan memberikan ceramah.
3. Tingkat Keterbacaan
Artikel utama ditulis agar dapat dipahami oleh pembaca usia sekitar 12 tahun ke atas, tetapi tetap layak dibaca mahasiswa, guru, orang tua, dan masyarakat umum.
Pedoman dasarnya:
- rata-rata 12–18 kata per kalimat;
- satu paragraf terdiri atas 2–4 kalimat;
- satu paragraf membahas satu gagasan;
- gunakan subjudul setiap 3–5 paragraf;
- istilah teknis dijelaskan saat pertama kali muncul;
- angka besar diberi perbandingan;
- konteks waktu dan tempat disebutkan dengan jelas.
Kalimat panjang tetap dapat digunakan apabila hubungan gagasannya jelas. Namun, apabila satu kalimat memuat lebih dari dua anak kalimat, pertimbangkan untuk memecahnya.
Contoh:
Kurang efektif:
Pemerintah mengumumkan kebijakan baru yang akan diterapkan mulai tahun depan dan kebijakan tersebut mencakup penggunaan perangkat digital, penyesuaian kurikulum, serta perubahan sistem evaluasi yang selama ini digunakan oleh sekolah.
Lebih efektif:
Pemerintah mengumumkan kebijakan pendidikan baru yang mulai berlaku tahun depan. Kebijakan itu mencakup penggunaan perangkat digital, penyesuaian kurikulum, dan perubahan sistem evaluasi sekolah.
4. Bentuk Judul
Judul Tumbuh harus memberi informasi dan membuka rasa ingin tahu. Judul tidak boleh menjanjikan sesuatu yang tidak dibahas di dalam artikel.
Bentuk yang dianjurkan
Judul penjelasan
Apa Itu Deepfake dan Mengapa Kita Perlu Mengenalinya?
Judul dampak
Harga Buku Naik: Apa Pengaruhnya bagi Pelajar dan Penerbit Kecil?
Judul pertanyaan
Mengapa Banyak Sekolah Mulai Membatasi Penggunaan Ponsel?
Judul perubahan
Cara Belajar Mulai Berubah karena AI. Apa yang Sedang Terjadi?
Judul kontradiksi
Informasi Semakin Mudah Ditemukan, tetapi Mengapa Kita Semakin Sulit Memercayainya?
Judul yang dihindari
- Kamu Tidak Akan Percaya Apa yang Terjadi!
- Fakta Mengejutkan yang Disembunyikan!
- Heboh! Dunia Pendidikan Terancam!
- Viral Banget, Ternyata Begini Faktanya!
- Nomor Tiga Bikin Kaget!
Judul tidak memakai huruf kapital pada seluruh kata. Tanda seru digunakan sangat terbatas.
5. Struktur Dasar Artikel
Setiap berita atau artikel penjelasan sekurang-kurangnya memuat lima unsur.
5.1 Pembuka
Pembuka menjawab:
- apa yang terjadi;
- siapa yang terlibat;
- kapan atau di mana terjadi;
- mengapa pembaca perlu memperhatikannya.
Panjang ideal: 2–3 paragraf pendek.
Contoh:
Pemerintah memperkenalkan aturan baru mengenai penggunaan kecerdasan buatan di sekolah. Aturan tersebut mengatur cara siswa menggunakan AI untuk mengerjakan tugas dan cara guru menilai hasil belajar.
Perubahan ini penting karena AI sudah digunakan dalam kegiatan belajar sehari-hari. Persoalannya bukan lagi apakah teknologi itu digunakan, tetapi bagaimana penggunaannya dapat dipertanggungjawabkan.
5.2 Fakta Utama
Bagian ini memuat:
- kronologi;
- data;
- pernyataan sumber;
- keputusan resmi;
- pihak yang terlibat.
Fakta disusun dari yang paling penting menuju informasi pendukung.
5.3 Konteks
Bagian ini menjelaskan:
- latar belakang;
- istilah;
- penyebab;
- peristiwa sebelumnya;
- hubungan dengan isu lain.
Konteks tidak boleh menjadi ceramah teori. Setiap penjelasan harus membantu pembaca memahami peristiwa.
5.4 Dampak bagi Pembaca
Bagian ini menjadi ciri utama Tumbuh.
Pertanyaannya:
- apa hubungannya dengan sekolah;
- apa dampaknya bagi keluarga;
- bagaimana pengaruhnya pada pekerjaan;
- apakah memengaruhi penggunaan teknologi;
- apakah ada konsekuensi budaya atau sosial.
5.5 Yang Perlu Dipahami
Penutup tidak harus berisi kesimpulan final. Penutup dapat menunjukkan:
- hal yang masih belum diketahui;
- perkembangan yang perlu diikuti;
- pertanyaan yang masih terbuka;
- cara memeriksa informasi;
- kemungkinan dampak berikutnya.
Contoh:
Aturan ini belum menjawab seluruh persoalan penggunaan AI di sekolah. Hal yang perlu diamati selanjutnya adalah bagaimana guru membedakan bantuan teknologi dari proses berpikir siswa sendiri.
6. Format Artikel Tumbuh
Urutan yang dianjurkan:
- Judul
- Ringkasan satu kalimat
- Nama penulis
- Tanggal terbit dan pembaruan
- Gambar utama
- Keterangan gambar
- Pembuka
- Isi utama
- Kotak penjelasan
- Dampak bagi pembaca
- Sumber
- Catatan koreksi atau pembaruan
Ringkasan satu kalimat
Diletakkan di bawah judul.
Contoh:
Aturan baru ini mengubah cara sekolah memandang penggunaan AI dalam tugas, penilaian, dan proses belajar.
Ringkasan tidak mengulang judul secara utuh.
7. Panjang Tulisan
Berita Ringkas
Panjang: 300–500 kata.
Digunakan untuk:
- peristiwa baru;
- pengumuman;
- kebijakan;
- laporan kegiatan;
- pembaruan singkat.
Struktur:
- apa yang terjadi;
- mengapa penting;
- dampak terdekat;
- sumber.
Artikel Penjelasan
Panjang: 700–1.200 kata.
Digunakan untuk:
- teknologi;
- pendidikan;
- lingkungan;
- budaya digital;
- perubahan sosial;
- istilah yang sedang ramai.
Struktur:
- peristiwa;
- konteks;
- cara kerja;
- dampak;
- pertanyaan terbuka.
Artikel Mendalam
Panjang: 1.200–2.000 kata.
Digunakan untuk:
- laporan khusus;
- isu dengan banyak pihak;
- wawancara;
- praktik baik;
- perubahan kebijakan;
- persoalan yang memerlukan banyak data.
Wisata Kopi
Panjang: 800–1.500 kata.
Bentuk:
- naratif;
- berbasis percakapan;
- memuat suasana dan pengalaman;
- tetap memiliki informasi faktual;
- tidak berubah menjadi tulisan promosi.
8. Penggunaan Paragraf
Paragraf digital harus memberi ruang napas.
Ketentuan:
- satu paragraf idealnya 2–4 kalimat;
- hindari paragraf lebih dari 100 kata;
- gunakan paragraf satu kalimat hanya untuk penekanan;
- jangan memecah setiap kalimat menjadi paragraf;
- gunakan subjudul untuk perubahan topik;
- hindari blok teks panjang.
Contoh penekanan:
Yang berubah bukan hanya alatnya.
Cara kita memahami belajar juga sedang berubah.
Bentuk ini digunakan terbatas agar tidak terasa dramatis.
9. Subjudul
Subjudul membantu pembaca menemukan alur.
Subjudul harus menjelaskan isi bagian, bukan hanya terdengar kreatif.
Baik:
- Mengapa aturan ini dibuat?
- Apa dampaknya bagi siswa?
- Sekolah belum memiliki kesiapan yang sama
- Hal yang masih belum diketahui
Kurang baik:
- Sebuah Perjalanan Panjang
- Di Balik Semua Ini
- Tidak Sesederhana Itu
- Lalu Apa?
Subjudul dapat berbentuk pertanyaan, tetapi tidak semua subjudul harus berupa pertanyaan.
10. Istilah dan Kata Asing
Gunakan padanan bahasa Indonesia apabila sudah umum.
Contoh:
- artificial intelligence → kecerdasan buatan;
- digital literacy → literasi digital;
- misinformation → misinformasi;
- disinformation → disinformasi;
- fact-checking → pemeriksaan fakta;
- content creator → kreator konten.
Istilah asing dapat ditulis dalam kurung saat pertama kali muncul apabila diperlukan.
Contoh:
Kecerdasan buatan generatif atau generative artificial intelligence adalah teknologi yang dapat menghasilkan teks, gambar, suara, atau bentuk konten lain.
Setelah dijelaskan, gunakan satu istilah secara konsisten.
11. Angka dan Data
Angka harus membantu pembaca memahami skala.
Gunakan:
- angka untuk data;
- kata untuk jumlah kecil dalam narasi umum;
- tanda persen untuk data statistik;
- tanggal lengkap untuk peristiwa penting;
- perbandingan sederhana untuk angka besar.
Contoh:
Sebanyak 2,5 juta siswa mengikuti program tersebut.
Tambahkan konteks:
Jumlah itu hampir setara dengan seluruh penduduk sebuah kota besar.
Jangan menampilkan angka tanpa menjelaskan sumber, tahun, dan wilayah datanya.
Kurang lengkap:
Sebanyak 60 persen siswa menggunakan AI.
Lebih lengkap:
Dalam survei terhadap 1.200 siswa sekolah menengah di lima kota pada 2026, sebanyak 60 persen responden mengaku pernah menggunakan AI untuk membantu mengerjakan tugas.
12. Kutipan
Kutipan digunakan ketika suara sumber memiliki nilai yang tidak dapat digantikan oleh parafrasa.
Ketentuan:
- kutipan langsung sebaiknya pendek;
- jangan memuat kutipan panjang tanpa penjelasan;
- identitas narasumber disebutkan dengan jelas;
- kutipan tidak boleh dipotong hingga mengubah makna;
- setelah kutipan, jelaskan relevansinya.
Contoh:
“Kami tidak melarang siswa menggunakan AI, tetapi kami ingin mereka tetap menunjukkan proses berpikirnya,” kata Kepala Sekolah X.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa persoalan utama bukan keberadaan teknologinya, melainkan cara penggunaannya dinilai.
13. Fakta, Pendapat, dan Interpretasi
Tumbuh harus membedakan tiga lapisan.
Fakta
Informasi yang dapat diperiksa melalui dokumen, data, rekaman, atau pernyataan resmi.
Pendapat
Pandangan narasumber atau penulis yang harus diberi atribusi.
Interpretasi
Pembacaan redaksi terhadap hubungan antara fakta, konteks, dan dampak.
Gunakan penanda:
- berdasarkan data;
- menurut laporan;
- pihak tersebut menyatakan;
- hal ini dapat menunjukkan;
- salah satu kemungkinan;
- belum dapat dipastikan;
- masih perlu ditelusuri.
Hindari mengubah dugaan menjadi kepastian.
Kurang tepat:
Kebijakan ini akan membuat siswa kehilangan kreativitas.
Lebih tepat:
Sejumlah pendidik khawatir kebijakan tersebut dapat membatasi kreativitas siswa. Namun, dampaknya masih perlu diamati setelah kebijakan diterapkan.
14. Nada dalam Isu Sensitif
Untuk isu kekerasan, bencana, kesehatan mental, kematian, atau konflik:
- hindari detail yang tidak diperlukan;
- jangan menggunakan gambar mengejutkan sebagai daya tarik;
- jangan menyalahkan korban;
- hindari judul sensasional;
- jelaskan konteks dengan tenang;
- gunakan istilah yang akurat;
- sertakan bantuan atau sumber resmi apabila relevan.
Tumbuh tidak mengeksploitasi kesedihan sebagai bahan perhatian.
15. Penyebutan Anak dan Remaja
Ketika meliput anak atau remaja:
- lindungi identitas bila ada risiko;
- jangan menampilkan alamat, sekolah, atau informasi pribadi secara berlebihan;
- hindari pelabelan;
- minta persetujuan yang sesuai untuk wawancara dan dokumentasi;
- jangan memosisikan anak hanya sebagai objek cerita;
- tampilkan pengalaman dan suaranya secara proporsional.
Hindari:
Siswa nakal tersebut akhirnya mendapat hukuman.
Gunakan:
Sekolah memberikan sanksi kepada siswa yang dinilai melanggar aturan. Identitas siswa tidak dipublikasikan karena masih di bawah umur.
16. Bentuk Sapaan dan Sudut Pandang
Tumbuh dapat menggunakan tiga sudut pandang.
Orang ketiga
Digunakan untuk berita faktual.
Pemerintah mengumumkan aturan baru pada Senin.
“Kita”
Digunakan ketika membahas pengalaman bersama.
Kita semakin sering menerima informasi melalui video singkat.
Kata “kita” tidak boleh digunakan untuk menganggap semua pembaca memiliki pengalaman yang sama.
“Kamu”
Digunakan dalam bagian praktis atau dampak langsung.
Kamu dapat memeriksa tanggal unggahan sebelum membagikan sebuah video.
Jangan menggunakan “kamu” dalam semua paragraf karena dapat terasa terlalu akrab dan melelahkan.
17. Kalimat Aktif dan Pasif
Utamakan kalimat aktif ketika pelaku tindakan diketahui.
Pasif:
Kebijakan baru telah diumumkan oleh pemerintah.
Aktif:
Pemerintah mengumumkan kebijakan baru.
Kalimat pasif dapat digunakan apabila pelakunya belum diketahui atau bukan fokus utama.
Sejumlah akun palsu ditemukan dalam penyebaran informasi tersebut.
18. Kata yang Dihindari
Gunakan dengan sangat hati-hati:
- viral;
- heboh;
- geger;
- mengejutkan;
- fantastis;
- luar biasa;
- miris;
- kontroversial;
- netizen;
- warganet dibuat marah;
- publik tercengang;
- diduga kuat;
- sudah pasti;
- semua orang;
- tidak ada yang menyangka.
Kata-kata tersebut hanya digunakan apabila benar-benar didukung data dan diperlukan untuk menjelaskan fenomena.
Daripada:
Video itu langsung viral dan membuat warganet heboh.
Gunakan:
Video tersebut dibagikan ribuan kali dalam dua hari dan memunculkan perdebatan mengenai keasliannya.
19. Bentuk Kotak Informasi
Artikel dapat dilengkapi dengan kotak pendek.
Tumbuh Menjelaskan
Menjelaskan istilah atau konsep.
Kenapa Penting?
Menjelaskan relevansi bagi pembaca.
Cek Dulu
Memberi langkah pemeriksaan fakta.
Angka Bicara
Menampilkan data utama.
Yang Belum Diketahui
Menjelaskan keterbatasan informasi.
Coba Pikirkan
Memberi pertanyaan reflektif.
Contoh:
Cek Dulu
Sebelum membagikan video, periksa tiga hal: siapa yang pertama mengunggah, kapan video dibuat, dan apakah media tepercaya telah mengonfirmasinya.
20. Tautan dan Sumber
Setiap artikel reproduksi atau kurasi wajib menyebutkan sumber.
Ketentuan:
- gunakan lebih dari satu sumber untuk isu penting;
- prioritaskan sumber primer;
- tautkan dokumen resmi;
- bedakan sumber berita dan sumber data;
- jangan menyamarkan artikel reproduksi sebagai laporan lapangan;
- tuliskan apabila redaksi tidak melakukan wawancara langsung.
Format:
Sumber
- Dokumen resmi lembaga
- Laporan penelitian
- Media sumber pertama
- Wawancara redaksi
- Data publik
Apabila artikel dikembangkan dari pemberitaan media lain, tuliskan:
Artikel ini disusun berdasarkan sejumlah laporan media dan dokumen resmi. Tumbuh menambahkan konteks mengenai dampaknya terhadap pembelajaran dan kehidupan generasi muda.
21. Koreksi dan Pembaruan
Kepercayaan dibangun melalui keterbukaan.
Setiap artikel yang diubah secara substantif harus diberi catatan.
Contoh:
Pembaruan, 19 Juli 2026: Artikel ini diperbarui untuk menambahkan penjelasan dari pihak sekolah.
Koreksi: Versi sebelumnya menyebut kebijakan berlaku pada Agustus. Tanggal yang benar adalah September 2026.
Koreksi tidak boleh dilakukan diam-diam apabila kesalahan memengaruhi pemahaman pembaca.
22. Format Berita Reproduksi
Tumbuh tidak menyalin artikel sumber dan mengganti beberapa kata. Setiap berita reproduksi harus menghasilkan nilai baru.
Format wajib:
Fakta awal
Apa yang diberitakan sumber?
Verifikasi
Apakah informasi tersebut didukung sumber lain atau dokumen resmi?
Konteks
Apa latar belakang yang belum dijelaskan?
Sudut Tumbuh
Apa hubungan isu tersebut dengan belajar, kehidupan, karya, budaya, atau masa depan?
Ketidakpastian
Apa yang masih belum diketahui?
Sumber asli
Dari mana informasi diperoleh?
Komposisi isi:
- fakta dan kronologi: sekitar 30 persen;
- konteks: sekitar 30 persen;
- sudut pandang Tumbuh: sekitar 25 persen;
- pertanyaan dan kemungkinan berikutnya: sekitar 15 persen.
23. Formula Penyuntingan
Sebelum artikel diterbitkan, editor memeriksa:
Fakta
- Apakah nama, tanggal, angka, dan tempat sudah benar?
- Apakah sumbernya dapat ditelusuri?
- Apakah fakta dibedakan dari pendapat?
Bahasa
- Apakah kalimatnya terlalu panjang?
- Apakah istilah sulit telah dijelaskan?
- Apakah paragrafnya nyaman dibaca?
Sudut Tumbuh
- Apakah artikel menjelaskan mengapa isu penting?
- Apakah dampaknya bagi pembaca terlihat?
- Apakah ada perspektif yang belum banyak dibicarakan?
Kepercayaan
- Apakah sumber dicantumkan?
- Apakah ketidakpastian disebutkan?
- Apakah judul sesuai dengan isi?
- Apakah artikel perlu catatan koreksi atau pembaruan?
Etika
- Apakah privasi narasumber terlindungi?
- Apakah anak atau kelompok rentan diperlakukan dengan layak?
- Apakah gambar dan judul tidak mengeksploitasi penderitaan?
24. Rumusan Singkat Gaya Tumbuh
Setiap tulisan Tumbuh harus memenuhi rumus:
mudah dibaca, dapat diperiksa, dekat dengan kehidupan, dan membuka ruang berpikir.
Tumbuh tidak berhenti pada pertanyaan:
Apa yang terjadi?
Tumbuh bergerak menuju:
Mengapa hal ini terjadi?
Apa hubungannya dengan kehidupan kita?
Siapa yang belum terdengar?
Apa yang masih belum diketahui?
Apa yang dapat kita pelajari?