Menjaga Tradisi, Merajut Nilai di Pulau Tidung

Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, menjadi ruang belajar bagi para guru sekolah dasar pada 28–29 Juli 2026. Universitas Negeri Jakarta datang melalui program Pengabdian kepada Masyarakat dengan membawa pelatihan penciptaan tari sebagai media edukatif. Pelatihan ini mengambil bahan dari tradisi adat dan nilai keagamaan yang hidup bersama masyarakat Pulau Tidung. Para guru kemudian mengolah bahan yang dekat dengan keseharian itu menjadi gerak yang dapat dibawa ke ruang kelas.

Program ini digagas oleh Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, B. Kristiono Soewardjo, S.E., S.Sn., M.Sn. Pelaksanaannya didukung oleh Raden Mas Aditya Andriyanto, S.Pd., M.Sn. dan Sulistiani, S.Hum., M.A. sebagai anggota tim dosen sekaligus narasumber. Yolanda Aurellia Feraldo dan Indra Permadi Mayada, mahasiswa Universitas Negeri Jakarta, turut mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung. Pertemuan para dosen, mahasiswa, dan guru membuat proses belajar berjalan lebih cair.

Tradisi menjadi sumber gerak

Pulau Tidung memiliki tradisi Betawi dan Melayu yang tumbuh bersama nilai keagamaan Islam. Kekayaan tersebut menjadi titik awal bagi para guru untuk mencari gagasan tari. Lingkungan, kebiasaan warga, serta nilai yang dijalankan sehari-hari dibaca kembali melalui gerak tubuh. Para peserta mulai melihat bahwa bahan penciptaan tari sebenarnya berada dekat dengan kehidupan mereka. Sesuatu yang semula terasa biasa perlahan memperoleh bentuk baru.

Proses pelatihan menggunakan pendekatan hypnoteaching yang dipadukan dengan tahapan penciptaan tari dari Alma M. Hawkins. Para guru memulai kegiatan dengan relaksasi dan visualisasi budaya, kemudian memasuki tahap eksplorasi gerak. Gerakan yang ditemukan disusun menjadi konsep tari sederhana dan dibicarakan kembali melalui refleksi. Dari proses tersebut, tari mulai terbaca sebagai media untuk membawa nilai kebersamaan, religiusitas, dan penghargaan terhadap budaya. Para guru tinggal mencari cara agar gerak itu kelak terasa akrab bagi murid-murid mereka.

See also  Dian Terbiasa Serimpi, Lalu Bertemu Riuh Manuk Banjar

Tiga belas guru mulai mencipta

Sebanyak 13 guru mengikuti pelatihan ini dengan antusias. Mereka berasal dari SD Negeri Pulau Tidung 01, SD Negeri Pulau Tidung 02, SD Negeri Pulau Tidung 03 Pagi, dan MIN 17 Kepulauan Seribu. Sebagian besar peserta baru mengenal proses penciptaan tari melalui kegiatan tersebut. Meski demikian, materi yang diberikan segera berkembang menjadi sejumlah gagasan gerak. Para guru lalu menyusun konsep tari yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar bersama murid.

Antusiasme peserta semakin terlihat ketika gagasan mulai berubah menjadi rangkaian gerak. Setiap guru membawa pengalaman berbeda, mulai dari pengetahuan tentang lingkungan hingga kebiasaan yang mereka jumpai di tengah masyarakat. Pengalaman itu kemudian bertemu di dalam proses penciptaan. Tradisi Pulau Tidung pun hadir melalui tubuh, bukan sekadar melalui cerita. Anak-anak kelak dapat mengenal tempat tinggal mereka sambil melihat, bergerak, dan merasakan.

Gerak yang akan dibawa pulang

Pelatihan ini mempertemukan sekolah dengan kehidupan masyarakat di sekitarnya. Tradisi adat dan nilai keagamaan memperoleh ruang melalui tari yang disusun oleh para guru. Seni menjadi penghubung antara pembelajaran di kelas dan ingatan budaya yang dimiliki warga Pulau Tidung. Hubungan tersebut tumbuh dari gerakan sederhana yang ditemukan selama dua hari. Dari tangan para guru, gerakan itu akan melanjutkan perjalanannya menuju anak-anak.

Ketika pelatihan selesai, para guru pulang dengan rancangan tari untuk dikembangkan di sekolah masing-masing. Gerakannya mungkin akan berubah saat dicoba bersama murid, musik, dan suasana kelas. Perubahan itu justru memberi kesempatan bagi tradisi untuk terus tumbuh bersama generasi yang mempelajarinya. Di Pulau Tidung, cerita lama kini menunggu tubuh-tubuh kecil yang akan menggerakkannya kembali.

See also  Semua Anak Pulang Membawa Hadiah

Video Kegiatan

Mau ikut seperti mereka?

Silakan hubungi

B Kristiono Soewardjo, S.E., S.Sn., M.Sn.

Email: bkristiono@unj.ac.id & bkristionosoewardjo@yahoo.com

Program Studi Pendidikan Tari, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta