Lalu Apriliansah biasa membantu mahasiswa magister dan doktor Linguistik Terapan UNJ menjalani perkuliahan. Di balik meja administrasi itu, Mas Lalu juga sedang memperjuangkan kuliahnya sendiri.
Setiap hari, Lalu Apriliansah berhadapan dengan berbagai urusan mahasiswa Program Studi Linguistik Terapan Universitas Negeri Jakarta. Mahasiswa S2 dan S3 mengenalnya sebagai Mas Lalu, admin program studi yang membantu perkuliahan tetap berjalan. Pesan masuk, berkas akademik, jadwal, dan kebutuhan mahasiswa menjadi bagian dari pekerjaannya. Di sela kesibukan tersebut, Mas Lalu ternyata sedang menempuh pendidikan hukum di Universitas Bung Karno.
Mas Lalu menjalani pekerjaan dan kuliah dalam waktu yang bersamaan. Waktu harus dibagi antara tanggung jawab di Program Studi Linguistik Terapan UNJ, perkuliahan hukum, tugas akademik, dan penyusunan skripsi. Proses tersebut berlangsung di tengah rutinitas yang terus bergerak. Hari ini, 22 Agustus 2026, Lalu Apriliansah resmi menyandang gelar Sarjana Hukum.

Kuliah yang sempat kehilangan tenaga
Perjalanan menuju gelar S.H. pernah terasa berat ketika ibunda Mas Lalu meninggal dunia. Kehilangan tersebut sempat membuat langkah Mas Lalu goyah. Kuliah yang sedang dijalani membutuhkan tenaga, sementara duka juga meminta ruangnya sendiri. Pada masa itu, keluarga menjadi tempat Mas Lalu bertahan dan perlahan mengumpulkan kekuatan.
Dukungan juga datang dari Citra, kekasih Mas Lalu yang akrab disapa Bu Guru Citra. Prof. Endry Boeriswati turut memberi semangat agar Mas Lalu melanjutkan perjuangan yang sudah dimulai. Dukungan orang-orang terdekat membuat kuliah kembali menemukan arahnya. Mas Lalu meneruskan pekerjaan, menyelesaikan skripsi, lalu tiba di hari kelulusan.
Kuliah sambil bekerja sering terlihat sederhana ketika ditulis dalam satu kalimat. Di dalam keseharian, keduanya membawa tenggat, tanggung jawab, dan kelelahan masing-masing. Mas Lalu menjalaninya dengan ritme yang kadang kuat dan kadang goyah. Gelar S.H. akhirnya tumbuh dari keputusan untuk kembali berjalan setiap kali tenaga terasa berkurang.
Membaca luka melalui hukum
Skripsi Lalu Apriliansah berjudul Kedudukan Visum et Repertum sebagai Alat Bukti dalam Pembuktian Tindak Pidana Penganiayaan Ringan Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Penelitian tersebut berangkat dari persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Ketika seseorang mengalami penganiayaan, luka pada tubuh perlu diperiksa dan dicatat oleh dokter. Hasil pemeriksaan itu dapat membantu proses hukum memahami kejadian yang dialami korban.
Mas Lalu mempelajari kedudukan visum et repertum dalam pembuktian perkara penganiayaan ringan. Sebuah lebam atau luka memiliki arti medis yang kemudian dibaca dalam proses hukum. Catatan dokter membantu penyidik, jaksa, dan hakim melihat hubungan antara kondisi tubuh korban dan peristiwa yang sedang diperiksa. Melalui penelitian tersebut, tubuh memperoleh bahasa yang dapat dibawa ke ruang persidangan.
Gelar yang dibawa kembali ke tempat kerja
Setelah lulus, Mas Lalu diharapkan terus mempertajam pengetahuan hukum melalui bidang linguistik. Lingkungan Program Studi Linguistik Terapan UNJ menyediakan banyak jalan untuk mempertemukan bahasa dan hukum. Dokumen hukum, keterangan saksi, hasil pemeriksaan, dan putusan pengadilan sama-sama dibangun melalui bahasa. Pengalaman kerja Mas Lalu di Linguistik Terapan kini memperoleh warna baru dari wilayah hukum yang dikuasainya.
Perjalanan Mas Lalu juga memperlihatkan bahwa kuliah sambil bekerja dapat dimulai dari pembagian langkah yang sederhana. Pekerjaan dijalankan, tugas diselesaikan, dan bantuan diterima ketika keadaan terasa berat. Dukungan keluarga, Bu Guru Citra, dan Prof. Endry Boeriswati ikut menjaga perjalanan tersebut sampai akhir. Mas Lalu yang sehari-hari membantu perkuliahan orang lain tetap berjalan, hari ini pulang membawa gelarnya sendiri.