Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga bersama organisasi guru dan Madani School Purbalingga membuka ruang bagi anak-anak untuk merayakan kemerdekaan melalui warna.
Gambar yang disiapkan panitia perlahan dipenuhi warna. Sebanyak 202 anak duduk dengan pilihan warna masing-masing di Pendopo Cahyana, Kompleks Rumah Dinas Wakil Bupati Purbalingga, Sabtu, 15 Agustus 2026. Beberapa anak tampak serius menyelesaikan bagian kecil pada gambar, sementara guru dan orang tua mendampingi dari dekat. Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pagi itu bergerak melalui tangan anak-anak.
Sesuai pembagian peserta oleh panitia, 101 anak mewakili lembaga Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD dan 101 anak mewakili Taman Kanak-kanak atau TK. Para peserta berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Purbalingga. Pertemuan tersebut membawa beragam kebiasaan, keberanian, dan pilihan warna ke dalam satu pendopo. Gambar yang sama akhirnya dapat memiliki ratusan kemungkinan.

Banyak lembaga, satu ruang untuk anak
Lomba diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga yang biasa disingkat Dindikbud. Pelaksanaan kegiatan melibatkan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia atau HIMPAUDI serta Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia atau IGTKI. HIMPAUDI menjadi wadah bagi para pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini, sedangkan IGTKI menghimpun para guru taman kanak-kanak. Madani School Purbalingga turut terlibat sebagai satuan pendidikan yang bekerja bersama kedua organisasi tersebut dan pemerintah daerah.
Kegiatan dibuka oleh Bunda Syahzani Fahmi Muhammad Hanif selaku Bunda PAUD Kabupaten Purbalingga. Bunda PAUD merupakan sebutan bagi figur yang ikut menggerakkan perhatian dan dukungan terhadap pendidikan anak usia dini di suatu daerah. Kehadiran Bunda Syahzani Fahmi Muhammad Hanif menambah semangat peserta yang sudah antusias sejak awal. Seusai pembukaan, perhatian anak-anak segera kembali pada gambar di hadapan mereka.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga beserta jajaran turut hadir menyaksikan kegiatan. Hadir pula Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, lembaga daerah yang menangani persatuan masyarakat serta kehidupan kebangsaan. Perwakilan Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Purbalingga juga berada di lokasi. Para pejabat, pendidik, dan orang tua berkumpul untuk melihat anak-anak bekerja dengan warna.



Kemerdekaan dalam pilihan warna
Ketua Panitia yang juga Kepala Sekolah Madani School Purbalingga menyampaikan bahwa lomba mewarnai menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut memberi tempat bagi minat, bakat, dan kreativitas anak sejak usia dini. Anak-anak memperoleh kesempatan untuk menentukan warna, menyusun bagian gambar, dan menyelesaikan karya dengan cara masing-masing. Dari proses sederhana itu, konsentrasi, ketelitian, keberanian berekspresi, dan rasa percaya diri ikut tumbuh.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 sekaligus menjadi sarana untuk menyalurkan minat dan bakat anak-anak, khususnya dalam bidang seni mewarnai,” ujar Ketua Panitia dalam sambutannya. Panitia berharap anak-anak dapat berekspresi, berkreasi, dan menikmati seluruh proses dengan gembira. Kegembiraan penting karena anak usia dini banyak belajar melalui kegiatan yang mereka alami secara langsung. Sebuah lomba kemudian dapat meninggalkan pengalaman yang bertahan lebih lama daripada waktu pengerjaannya.
Mewarnai memberi anak kesempatan untuk mengambil keputusan kecil. Anak memilih warna, mengatur gerak tangan, lalu meneruskan pekerjaan sampai gambar selesai. Setiap pilihan membawa anak pada hasil yang mungkin berbeda dari karya teman di sebelahnya. Dari meja-meja kecil di Pendopo Cahyana, anak-anak belajar bahwa satu gambar dapat diselesaikan melalui banyak cara.
Momentum kemerdekaan turut mengenalkan cinta tanah air, kebersamaan, sikap menghargai teman, dan semangat berprestasi. Nilai-nilai tersebut hadir ketika anak mau mencoba, menjaga konsentrasi, dan menerima hasil perlombaan. Guru serta orang tua ikut menemani proses sambil memberi ruang bagi anak untuk menentukan pilihan. Kemerdekaan pun terasa dekat sebagai keberanian memilih warna dan menyelesaikan sesuatu yang sudah dimulai.
Kerja sama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, HIMPAUDI, IGTKI, dan Madani School Purbalingga mempertemukan pemerintah, organisasi pendidik, serta sekolah dalam satu kegiatan. Kehadiran 202 peserta juga membuka ruang perjumpaan bagi pendidik dan orang tua dari berbagai wilayah. Percakapan berlangsung di sekitar anak-anak yang masih sibuk dengan gambar masing-masing. Silaturahmi tumbuh sambil menunggu warna terakhir diletakkan.
Lomba selesai dan karya anak-anak mulai dikumpulkan. Beberapa gambar mungkin membawa warna yang sudah diperkirakan orang dewasa, sedangkan gambar lainnya menyimpan pilihan yang hanya dipahami pembuatnya. Di sanalah anak-anak Purbalingga merayakan kemerdekaan dengan cara yang paling dekat dengan usia mereka. Indonesia pagi itu muat di atas selembar gambar, bersama warna-warna yang belum tentu mau mengikuti garis.