Salma turun ke petak sawah di Kampung Cileungsir RT 02/RW 06, Desa Cisalada, Jumat, 7 Agustus 2026. Salma menjadi salah satu mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 12 Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru Universitas Djuanda yang ikut nandur bersama warga. Petak sawah sudah berair, sedangkan bibit padi mulai mengisi bagian lahan yang dikerjakan. Hari itu, kegiatan KKN bergerak dekat dengan pekerjaan yang sedang berlangsung di Desa Cisalada.
Tujuannya cukup sederhana. Mahasiswa KKN Kelompok 12 ingin membantu pekerja di desa sekaligus mendapat pengalaman edukatif selama menjalani Kuliah Kerja Nyata. Sawah kemudian menjadi tempat kedua tujuan bertemu dalam kegiatan yang sama. Bibit padi ditanam satu per satu, sementara mahasiswa mengikuti pekerjaan yang sehari-hari lebih akrab bagi warga di sekitar lahan.

Dari Tepi Sawah, Pekerjaannya Terlihat Sederhana
Nandur merupakan kegiatan menanam bibit padi pada lahan sawah yang telah disiapkan. Pekerjaan berlangsung dekat dengan permukaan tanah, sehingga tubuh banyak berada dalam posisi membungkuk selama proses penanaman. Foto kegiatan di Kampung Cileungsir memperlihatkan mahasiswa dan warga berada bersama di petak sawah. Di antara genangan air, barisan tanaman muda mulai terlihat setelah bibit masuk ke lahan.
Dari tepi sawah, gerakan nandur dapat terlihat sederhana. Bibit dibawa ke petak, kemudian ditanam pada bagian lahan yang telah siap. Setelah satu bagian selesai, pekerjaan bergerak menuju bagian berikutnya. Pengulangan gerakan perlahan mengubah petak berair menjadi lahan dengan barisan bibit hijau.
Salma ikut berada dalam proses tersebut bersama anggota KKN Kelompok 12. Pengalaman di sawah memberi bentuk konkret pada pekerjaan menanam padi yang sering selesai disebut hanya dalam dua kata. Ada lahan basah, bibit muda, posisi tubuh yang mengikuti permukaan tanah, dan pekerjaan yang bergerak dari satu titik ke titik berikutnya. Beberapa jam di sawah cukup untuk memperlihatkan bahwa hamparan padi bermula dari pekerjaan yang dilakukan sedikit demi sedikit.
Bibit Padi Baru Memulai Perjalanan
Bibit yang ditanam di Kampung Cileungsir masih berukuran pendek. Jarak antartanaman masih terlihat jelas, sementara air mendominasi permukaan petak sawah. Seiring pertumbuhan, tampilan lahan akan berubah dan tanaman padi akan semakin memenuhi petak. Pada Jumat pagi tersebut, perjalanan padi di lahan baru memasuki tahap penanaman.
Tahap nandur menjadi satu bagian dari rangkaian budidaya padi. Setelah bibit berada di lahan, pertumbuhan tanaman berlanjut menuju tahapan perawatan hingga masa panen. Perjalanan tersebut membutuhkan waktu dan pekerjaan yang terus mengikuti perkembangan tanaman. Apa yang terlihat sebagai satu piring nasi pada akhirnya memiliki perjalanan yang dimulai jauh lebih awal di lahan pertanian.
Kedekatan antara sawah dan pangan terasa lebih jelas ketika proses penanaman dilihat dari jarak beberapa langkah. Bibit yang masih kecil kelak tumbuh menjadi tanaman padi sebelum memasuki proses berikutnya setelah panen. Salma dan mahasiswa KKN Kelompok 12 bertemu dengan bagian awal perjalanan pangan tersebut di Desa Cisalada. Pangan hadir sebagai sesuatu yang tumbuh dari tanah sekaligus hasil dari pekerjaan manusia.
Kuliah Kerja Nyata Bertemu Kerja Warga
Kuliah Kerja Nyata membawa mahasiswa ke tengah masyarakat dalam kegiatan pengabdian dan pembelajaran lapangan. Di Desa Cisalada, salah satu pengalaman KKN Kelompok 12 muncul melalui kegiatan nandur di Kampung Cileungsir. Mahasiswa bergabung pada pekerjaan yang memang sedang dilakukan di sawah. Ruang perjumpaan dengan warga kemudian terbentuk langsung di tempat kerja warga.
Cara seperti ini membuat sebuah desa dapat dikenali melalui kegiatan sehari-hari. Kampung Cileungsir hadir melalui petak sawah, bibit padi, dan pekerjaan yang mengikuti masa tanam. Mahasiswa mendapat kesempatan melihat kehidupan desa dalam bentuk yang konkret. Nama sebuah tempat kemudian terhubung dengan aktivitas orang-orang yang tinggal dan bekerja di dalamnya.
Salma ikut membawa pengalaman tersebut selama menjalani KKN Universitas Djuanda. Sawah memberi pengalaman edukatif melalui keterlibatan langsung dalam proses nandur. Pengetahuan muncul bersama pekerjaan yang sedang berlangsung di lapangan. Desa Cisalada menjadi ruang tempat pengalaman kampus bertemu dengan aktivitas pertanian masyarakat.

Sawah Menyimpan Pekerjaan di Balik Pangan
Padi mempunyai hubungan dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia karena beras menjadi salah satu bahan pangan utama. Namun, padi membutuhkan rangkaian proses sebelum hasil pertanian sampai kepada konsumen. Salah satu rangkaian tersebut berlangsung di sawah ketika bibit mulai ditanam. Pekerjaan di Kampung Cileungsir memperlihatkan bagian awal dari proses panjang tersebut.
Satu petak sawah menyimpan kerja yang berlangsung mengikuti tahap pertumbuhan tanaman. Pada saat nandur, perhatian tertuju pada bibit dan lahan. Tahap berikutnya membawa kebutuhan pekerjaan yang berbeda sampai tanaman memasuki masa panen. Siklus pertanian berjalan mengikuti waktu, kondisi lahan, dan pertumbuhan tanaman.
Bagi mahasiswa KKN Kelompok 12, kegiatan bersama warga membuka akses langsung pada bagian kecil dari siklus tersebut. Padi terlihat sejak ukuran tanaman masih pendek dan baru ditempatkan pada petak sawah. Proses produksi pangan kemudian terasa lebih dekat karena mahasiswa ikut berada di lokasi awal pertumbuhan tanaman. Hubungan antara bumi, pangan, dan tenaga manusia hadir dalam satu petak yang sama.
Mengenal Desa Cisalada dari Sawah
Desa sering dikenali melalui jalan, rumah, kantor desa, atau kegiatan masyarakat. Sawah memberi pintu masuk yang berbeda untuk mengenal Desa Cisalada. Di Kampung Cileungsir, lahan pertanian menjadi tempat warga bekerja sekaligus tempat mahasiswa menjalankan salah satu kegiatan KKN. Pertemuan berlangsung melalui pekerjaan yang memiliki hasil nyata pada lahan.
Salma dan anggota KKN Kelompok 12 ikut membantu proses penanaman bibit padi. Setiap bagian lahan yang selesai dikerjakan meninggalkan barisan tanaman muda di permukaan sawah. Pekerjaan bergerak secara perlahan, tetapi perubahan pada petak dapat langsung terlihat. Bagian yang semula didominasi air mulai memiliki lebih banyak titik hijau.
Pengalaman semacam ini memberi warna berbeda pada Kuliah Kerja Nyata. Desa dipahami melalui aktivitas yang sedang berjalan, sementara interaksi dengan warga tumbuh dari keterlibatan pada pekerjaan bersama. Pertanian menjadi salah satu sisi Desa Cisalada yang ditemui mahasiswa selama masa KKN. Salma kemudian membawa pulang pengalaman yang berasal langsung dari lahan tempat padi mulai ditanam.
Hari Itu, Sawah Mulai Berubah
Menjelang kegiatan nandur selesai, semakin banyak bibit padi berdiri di petak sawah Kampung Cileungsir. Ukurannya masih pendek dan masa panen masih berada jauh di depan. Warga akan melanjutkan pekerjaan sesuai perkembangan tanaman pada hari-hari berikutnya. Sawah pun akan berubah mengikuti pertumbuhan padi yang dimulai dari bibit-bibit muda tersebut.
Bagi Salma dan mahasiswa KKN Kelompok 12 Universitas Djuanda, Jumat, 7 Agustus 2026, menjadi satu hari untuk membantu pekerjaan warga sekaligus belajar langsung dari sawah. Pengalaman edukatif muncul melalui kegiatan yang sangat dekat dengan kehidupan Desa Cisalada. Bibit berpindah ke tanah, barisan padi mulai terbentuk, dan satu petak sawah memasuki perjalanan menuju masa pertumbuhan berikutnya. Dari Kampung Cileungsir, pengalaman Kuliah Kerja Nyata bertambah bersama padi yang baru saja ditanam.